Sun. Jun 16th, 2024

Gara- gara judi, hidup Gatot( nama samaran) masyarakat Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Jawa Tengah jadi berhamburan. Tidak cuma secara ekonomi, tetapi pula rumah tangganya pernah terancam bubar.

Laki- laki beranak 2 ini kecanduan judi online sampai hartanya tidak tersisa. Pekerjaannya juga lenyap, setelah itu ia jadi driver ojek online serta dikala ini mulai menata hidup dengan jadi sopir.

Gatot berkata awal mulanya ia bermain judi online cuma iseng.

” Awal mulanya itu tahun 2021- an, main cuma kadang- kadang, iseng ngisi waktu, main QiuQiu serta Poker,” ucapnya, Jumat( 13/ 10/ 2023) dikala ditemui.

” Biasa main sehabis terima duit pendapatan, depo Rp 200. 000, jika kalah ya rehat, tidak main. Tetapi jika terdapat duit, main lagi, cuma sporadis,” kata Gatot.

Setelah itu dikala 2022 gempar permainan slot, ia terus menjadi teratur bermain. Permainan awal yang dimainkannya sebab suka, Gates of Olympus.

RAJABANDOT Tertarik sebab banyak sahabat yang main terus bisa cuan. Kepingin turut bisa cuan pula dong,” kata Gatot sambil tertawa.

” Iming- imingnya, jika maxwin 5. 000 x Bet, jadi Bet Rp 1. 000 jika menang dapat menemukan Rp 5 juta. Menggiurkan, sebab hitungannya banyak,” kata Gatot.

Ia menarangkan metode mainnya. Dini depo antara Rp 25. 000 sampai Rp 100. 000, taruhan Rp 200 sampai Rp 400.” Berikutnya tinggal menekan tombol aplikasi ataupun kadangkala beli scatter yang pengkalinya banyak,” terangnya.

Scatter itu, kata Gatot, biayanya 100 kali taruhan serta dapatnya 15 kali putaran.” Terdapat pengkali yang 2 kali hingga 500 kali, beda permainan beda scatter lagi,” papar Gatot.

Bersamaan berjalan waktu, ia yang awal mulanya menghabiskan duit antara Rp 50. 000 sampai Rp 100. 000 buat judi, mulai tidak terkendali.” Bertambah, jadi minimun Rp 500. 000 hingga Rp 1 juta, itu per hari” kata ia.

Di sinilah dini kehancuran sebab pengeluarannya terus menjadi banyak. Ia mulai terjerat utang.” Pinjam duit ke sahabat sampai ke pinjaman online aku jalani, nyaris seluruh aplikasi judi online aku ajukan pinjaman,” ucap Gatot.

Tidak cuma itu, ia juga mulai menjual beberapa barang di rumah.” Motor, tv, ponsel, pokoknya yang dapat laku ya dijual. Janji bayar utang senantiasa meleset, sebab tidak terdapat duit.

Rencana mengumpulkan duit buat tabungan kuliah, pula habis,” terangnya. Istrinya juga mulai kerap marah- marah sebab tidak menemukan duit jatah belanja.” Istilahnya telah habis- habisan, apalagi buat beli rokok tidak sanggup.

Saat ini belinya rokok yang murah, yang merknya aneh- aneh itu,” kata Gatot. Ia mulai tersadar sebab merasa hidupnya mulai tidak aman.” Banyak yang menagih utang, rumah pula isinya uring- uringan.

Mulai Juli tahun ini, aku tidak lagi ingin bermain, ingin fokus memerbaiki hidup,” tegasnya.” Jika waktu kosong, dahulu senantiasa main judi online. Saat ini mending buat bekerja sungguh- sungguh, kembali menata keuangan serta keadaan rumah, itu lebih berarti,” ucapnya.

Bagi Gatot, bermain judi online tidak terdapat menangnya.” Memanglah dapat menemukan duit, tetapi tentu balik ke sana lagi, serta kesimpulannya kalah. Kalahnya pula tentu lebih banyak daripada menangnya, jadi senantiasa saja rugi,” terangnya.

Ia juga mengajak para pemain judi online buat menyudahi serta fokus buat perihal yang lebih baik.” Jika yang masih sekolah ataupun kuliah, belajar yang baik.

Sedangkan yang kerja, uangnya digunakan buat yang berguna, buat keluarga,” kata Gatot. Terpisah, Kasi Humas Polres Salatiga Iptu Henri Widyoriani berkata hingga dikala ini belum terdapat laporan terpaut permasalahan judi online.

” Jika terdapat laporan, kami dari kepolisian siap menindaklanjuti,” jelasnya. Henri mengimbau warga buat menghindari seluruh wujud perjudian, baik yang online ataupun judi konvensional.

” Hindari seluruh akses yang berkaitan dengan judi online, gunakan internet dengan bijak serta positif,” terangnya.” Memperbanyak waktu buat aktivitas yang berguna, pahami resiko judi, baik online ataupun konvensional, ingat ancaman pidana menanti,” tegas Henri.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *